adultsforadults.org – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa negara begitu peduli dengan berapa jumlah anak yang Anda miliki, apa isi sertifikat vaksin Anda, atau mengapa data angka harapan hidup menjadi indikator kesuksesan seorang pemimpin? Seolah-olah, eksistensi fisik kita bukan lagi milik pribadi, melainkan angka-angka dalam buku besar pemerintah. Kita tidak lagi hanya diatur sebagai “warga negara” yang taat hukum, tetapi sebagai “makhluk hidup” yang harus dijaga produktivitasnya.
Selamat datang di dunia di mana kekuasaan tidak lagi bekerja dengan cara memenggal kepala pembangkang di alun-alun kota, melainkan dengan cara mengatur detak jantung populasi. Fenomena ini, yang secara brilian dibedah lewat konsep biopolitik Michel Foucault, menjelaskan transisi besar dalam sejarah manusia: dari kekuasaan yang “mematikan” menjadi kekuasaan yang “mengelola hidup”.
Imagine you’re sedang berdiri di antrean pemeriksaan kesehatan massal atau mengisi formulir sensus penduduk. Di balik rutinitas yang tampak membosankan itu, ada mesin kekuasaan yang sedang bekerja memastikan bahwa tubuh Anda tetap sehat, efisien, dan berguna bagi kepentingan ekonomi serta politik negara. Kalau dipikir-pikir, bukankah aneh jika hal paling intim dalam diri kita—yaitu kehidupan biologis—justru menjadi target utama politik modern? Mari kita telusuri bagaimana pemikiran Foucault ini tetap relevan di tahun 2026.
1. Dari Daulat Raja ke Manajemen Populasi
Dahulu, kekuasaan beroperasi di bawah prinsip patria potestas: hak raja untuk “membiarkan hidup atau membunuh”. Jika Anda berkhianat, Anda mati. Namun, sejak abad ke-18, fokus kekuasaan bergeser. Negara menyadari bahwa membunuh rakyat tidaklah menguntungkan. Rakyat yang hidup, sehat, dan banyak jumlahnya jauh lebih berguna untuk mengisi pabrik dan barak militer.
Data & Insight: Foucault menyebut pergeseran ini sebagai lahirnya “anatomo-politik” (disiplin pada tubuh individu) dan “biopolitik” (regulasi pada tingkat populasi). Tips: Untuk memahami ini, lihatlah bagaimana absensi sidik jari di kantor bekerja. Itu bukan sekadar administrasi, melainkan cara kekuasaan memastikan tubuh Anda hadir dan bekerja pada jam yang ditentukan.
2. Tubuh sebagai Mesin Produktivitas
Dalam kerangka biopolitik Michel Foucault, tubuh manusia diperlakukan seperti mesin. Kekuasaan masuk ke sekolah, rumah sakit, dan penjara untuk membentuk tubuh yang “patuh dan berguna” (docile bodies). Kita dilatih untuk bangun pagi, duduk tegak, dan mengikuti ritme waktu yang linear.
Fakta: Konsep Panoptikon—arsitektur penjara di mana satu penjaga bisa mengawasi semua narapidana tanpa terlihat—menjadi metafora sempurna. Saat ini, Panoptikon itu berbentuk algoritma dan CCTV. Insight: Kita sekarang mengawasi diri kita sendiri. Kita merasa bersalah jika tidak produktif, seolah-olah ada “polisi” di dalam kepala kita. Inilah puncak dari keberhasilan disiplin tubuh.
3. Regulasi Populasi: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi
Jika disiplin menyasar individu, biopolitik menyasar massa. Negara mulai mencatat statistik vital: berapa banyak yang lahir, berapa yang mati karena penyakit menular, dan bagaimana persebaran migrasi. Populasi menjadi masalah politik sekaligus masalah ekonomi.
Insight: Kebijakan keluarga berencana atau insentif pajak bagi keluarga di negara yang mengalami depopulasi adalah contoh nyata biopolitik. Negara tidak lagi melarang Anda berhubungan seks, tapi mereka mengatur “kondisi” di mana kelahiran itu dianggap menguntungkan atau merugikan bagi stabilitas nasional.
4. Normalisasi: Standar Siapa yang Kita Ikuti?
Salah satu alat paling ampuh dalam biopolitik adalah “norma”. Kekuasaan tidak lagi bekerja lewat hukum (boleh vs tidak boleh), tapi lewat normalisasi (normal vs abnormal). Siapa yang menentukan bahwa berat badan tertentu “ideal” atau kesehatan mental tertentu “stabil”?
Analisis: Seringkali, standar medis digunakan untuk menjustifikasi kontrol politik. Mereka yang dianggap “abnormal” akan dikarantina, direhabilitasi, atau dipinggirkan. Tips: Sadarilah bahwa kategori “sehat” yang kita kejar seringkali merupakan konstruksi sosial yang bertujuan untuk memastikan kita tetap bisa berfungsi dalam sistem pasar kerja.
5. Keamanan Biologis di Era Digital
Di tahun 2026, biopolitik telah bermutasi menjadi digital biopolitics. Data genomik, detak jantung dari jam tangan pintar, hingga riwayat pencarian medis kita menjadi komoditas. Negara dan korporasi kini tahu kapan Anda kemungkinan besar akan sakit bahkan sebelum Anda merasakannya.
Fakta: Penggunaan data biometrik untuk keamanan perbatasan adalah wujud biopolitik yang sangat teknokratis. Tubuh Anda adalah identitas Anda; paspor Anda adalah kode genetik Anda. Insight: Di sini, hak privasi bukan lagi soal menyembunyikan rahasia, melainkan soal mempertahankan hak atas data biologis kita sendiri dari pantauan otoritas.
6. Thanatopolitik: Sisi Gelap Pengelolaan Hidup
Foucault juga memperingatkan tentang sisi gelap biopolitik yang disebut rasisme negara. Jika biopolitik adalah soal “membuat hidup”, maka pembunuhan terhadap mereka yang dianggap “ancaman bagi kesehatan populasi” (seperti etnis tertentu atau kelompok minoritas) seringkali dibenarkan demi “memurnikan” kehidupan mayoritas.
Insight: Inilah paradoksnya: demi menjaga kehidupan populasi “kita”, negara seringkali merasa berhak membiarkan populasi “mereka” mati atau menderita. Sejarah kelam genosida di abad ke-20 berakar dari logika biopolitik yang menyimpang ini.
Kesimpulan Memahami biopolitik Michel Foucault berarti menyadari bahwa kekuasaan tidak selalu datang dengan senjata, melainkan seringkali hadir dalam bentuk jarum suntik, statistik, dan standar kesehatan. Negara memang mengelola tubuh kita agar kita tetap hidup dan sehat, namun seringkali ada harga yang harus dibayar: hilangnya otonomi atas kehidupan biologis kita sendiri.
When you think about it, apakah kita benar-benar menguasai tubuh kita, atau kita hanya sekadar “penjaga” bagi aset biologis negara? Refleksi ini penting agar kita tetap kritis terhadap setiap kebijakan yang mengatasnamakan “kesehatan publik” namun berpotensi menggerus kebebasan individu. Jadi, bagaimanakah Anda akan menjaga kedaulatan atas tubuh Anda sendiri mulai hari ini?


